“Masyarakat Berau Sehat dan Mandiri”
Telp : 0554 21053
e-Mail : dinkes.puri@gmail.com
Website : www.dinkes.beraukab.go.id
Hasil tes swab dari beberapa orang yang dikirim pekan lalu akhirnya keluar. 3 orang yang sampelnya dites dinyatakan positif Covid-19. Sehingga kasus positif Corona di Berau saat ini total sudah 7 orang. Hasil tes ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi pada Selasa (21/4/2026) sore di kantor BPBD Berau.
"1 orang dari Kecamatan Segah, dan 2 orang dari Kecamatan Sambaliung. 2 orang dari mereka adalah kelompok sama yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif. Sedangkan untuk 1 orang dari Sambaliung yang positif Corona adalah mahasiswa yang berkuliah di Jogjakarta, yang sebelumnya dinyatakan negatif pada 16 April lalu," jelas Iswahyudi.
Mahasiswa tersebut sudah dirawat sejak 2 April lalu di RSUD Abdul Rivai dan sudah diswab ulang. Bahkan kini kondisinya sehat. Dan untuk 1 warga Sambaliung lainnya sudah menjalani isolasi bersama 6 orang anggota keluarganya sejak 11 April.
"Sudah kita lakukan tes swab juga untuk keenam anggota keluarganya, dan masih menunggu hasilnya," tambahnya.
Sedangkan untuk 1 warga Segah, sudah dirawat sejak 1 April lalu. Melihat banyaknya kasus positif dari kelompok yang sama yakni klaster Gowa, Dinkes juga melakukan tes swab lagi untuk beberapa orang lainnya yang juga termasuk klaster Gowa. (bangun banua)
Empat Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang juga dinyatakan positif Covid-19, dan menjalani perawatan di RSUD Abdul Rivai sejak 3 minggu lalu, kondisinya terus membaik. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Abdul Rivai, Nurmin Baso.
“Kondisi 4 pasien positif itu terus menunjukkan progres bagus, stabil dan menuju kesembuhan. Semoga kondisinya bisa terus dipertahankan para pasien dan bisa segera pulih. Mohon doanya semoga pasien cepat sembuh dan bisa kembali ke rumahnya. Kami juga memberikan perawatan dan melayani pasien ini semaksimal mungkin,” ujar Nurmin Baso pada Sabtu (18/4/2026).
Sampai saat ini masih ada 13 PDP yang menjalani isolasi di RSUD Abdul Rivai, termasuk empat pasien yang terkonfirmasi positif. Dimana mereka masih mendapat perawatan dan menjalani masa inkubasi. Dan berdasarkan data terakhir Dinkes Berau, hingga Senin (20/4/2026) pagi, jumlah pasien yang masih dalam pemantauan sebanyak 67 orang, dan 76 orang selesai masa inkubasi. Sementara pasien dalam pengawasan 13 orang yang sedang proses penyembuhan, dan 16 pasien dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes swab.
“Satu PDP yang hasil swab baru keluar beberapa hari lalu dinyatakan negatif, dan sudah dipulangkan. Tapi orang tersebut tetap diminta untuk menjaga kesehatan serta ikuti anjuran pemerintah, paling tidak jangan banyak keluar rumah dulu,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinkes Berau Iswahyudi, beberapa hari lalu menjelaskan jika kondisi salah satu dari 3 kasus baru yang terkonfirmasi positif corona, yang dipaparkan Bupati Berau Muharram, sempat menurun. Tetapi yang bersangkutan masih bisa berkomunikasi. Sedangkan dua pasien lainnya kondisi kesehatannya menunjukkan perkembangan yang baik.
“Satu pasien masih mengalami sesak. Satunya lagi masih ada gejala batuk, dan satu pasien sudah sehat. Tetapi yang sehat ini akan dites swab ulang,” katanya.
Sementara di Rumah Sakit Darurat Covid-19 di eks Hotel Cantika Swara, ada 8 pasien yang merupakan warga Segah, sedang menjalani perawatan. 8 orang ini masih menunggu hasil tes swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. (bangun banua)
Tanjung Redeb –
Sepekan lebih menunggu hasil laboratorium pusat, Kamis (16/4) Bupati Berau Muharram menyampaikan hasil tersebut. dari 4 sampel yang dikirim beberapa waktu lalu, terdapat 3 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan 1 negatif. Dengan begini, tercatat sudah 4 warga Berau yang positif corona.
Diketahui, 3 orang yang masuk dalam Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tersebut juga mendapatkan hasil positif pada saat rapid test beberapa waktu lalu. Penambahan kasus positif itu diumumkan Bupati Berau Muharram, yang juga ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, pada jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Kamis (16/4).
“Ketiganya telah dilakukan swab test dan dikirim sampel ke BLKK Surabaya dan merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Bahkan, hasil rapid diagnotice test (RDT) mereka juga positif sebelumnya. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki, yakni 1 warga Merancang Ilir, 1 warga Rinding dan 1 Warga Limunjan Sambaliung,” terangnya.
Untuk itu, Muharram mengimbau agar masyarakat terus menerapkan sosial distancing maupun physical distancing. Juga menjaga pola hidup bersih dan sehat. Dan bagi yang ada kontak dengan ketiga pasien bisa segera melapor ke kantor polisi maupun puskesmas terdekat. (bangun banua)
Tanjung Redeb –
Sejak Jumat (10/4/2026), Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 di eks Hotel Cantika Swara dipergunakan 10 tenaga kesehatan untuk isolasi mandiri hingga dua minggu ke depan. Kesepuluh tenaga kesehatan tersebut adalah dokter dan perawat yang telah selesai bertugas di ruang isolasi RSUD Abdul Rivai. Diketahui, mereka telah kontak langsung dengan pasien status PDP maupun yang positif Covid-19.
Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi, jika sepuluh tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat itu, sebelumnya sudah melakukan karantina mandiri hingga akhirnya diputuskan pindah ke RSD.
“Sebelum di RSD ini mereka menginap di gedung eks rumah bersalin samping Puskesmas Tanjung Redeb di Jalan Langsat. Dan diharapkan selama masa karantina itu mereka bisa tetap menjaga kesehatannya dan cukup istirahat. Dan karantina 2 minggu ini dilakukan agar mereka sementara tidak kontak langsung dengan orang luar,” katanya pada Senin (13/4).
Langkah karantina mandiri tenaga kesehatan yang bertugas dengan pasien Covid-19 tak hanya dilakukan di Berau. Dijelaskan Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Muhammad Adib Khumaidi SpOT, saat ini banyak dokter yang terpaksa dikarantina karena ada riwayat kontak dengan pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit. Menurut dia, dokter dan paramedis itu dikarantina atau isolasi sendiri di rumah atau di hotel agar tidak menularkan kepada keluarga. (bangun banua)
Sejak diumumkan adanya satu warga Berau yang positif Covid-19 dari hasil tes laboratorium Surabaya beberapa waktu lalu, masyarakat masih dibuat was-was untuk keluar rumah. Tetapi, saat ini kondisi pasien tersebut semakin membaik. Hal ini diungkapkan Humas RSUD Abdul Rivai, Erva Anggriana.
“Perkembangan pasien sudah membaik dan stabil. Perawatan yang diberikan terhadap pasien secara umum dan pengawasan terhadap kondisi fisiknya. Ini disebut langkah simtomatis, yang dikeluhkan apa ya itu yang diobati. Tapi yang pasti adalah memperbaiki kondisi umum agar menjadi lebih baik,” jelasnya dihubungi via whatsapp pada Sabtu (11/4/2026).
Memang tidak ada treatment khusus yang diberikan kepada pasien positif virus corona, karena saat ini belum ada obat spesifik. Yang dipastikan, pasien yang sudah dinyatakan positif akan menjalani isolasi agar pasien tersebut tidak menularkan virus corona kepada yang lain.
Dijelaskannya juga, jika RSUD saat ini lebih ketat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak berobat, sejak ada kasus positif Covid-19 di Berau. Beberapa persyaratan pun diwajibkan untuk dipatuhi baik pasien maupun pengunjung, yakni keharusan mengenakan masker saat berobat. Serta pengecekan atau screening terlebih dahulu bagi setiap pasien.
“Screening ini sebagai langkah awal untuk mengetahui apakah pasien ini masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) tetapi masih bisa menularkan virus corona, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Dan setelah diketahui statusnya baru kita lakukan pemeriksaan darah dan foto rontgen dada serial,” tambahnya. (bangun banua)