“Masyarakat Berau Sehat dan Mandiri”
Telp : 0554 21053
e-Mail : dinkes.puri@gmail.com
Website : www.dinkes.beraukab.go.id
Saat pencegahan penularan virus Corona makin meluas dimana pegawai dan anak sekolah mulai bekerja dan belajar di rumah, adalah kesempatan memanjakan keluarga dengan masakan rumah yang lebih bersih dan bernutrisi. Untuk itu, belanja bahan segar banyak cara bisa dilakukan. Bisa melalui aplikasi belanja sayur online, atau ke supermarket dan pasar tradisional. Lantas, apakah ke pasar tradisional tetap aman dan nyaman dengan adanya virus corona? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memutuskan untuk berbelanja ke pasar.
Pastikan seluruh area pasar dan pedagang kaki lima bersih dengan melakukan pembersihan di area pasar dan area pedagang kaki lima dari sampah dan membersihkan lantai, pegangan tangga, pegangan pintu/rolling door, toilet, kios/los, meja pedagang, tempat penyimpanan uang, gudang atau tempat penyimpanan, tempat parker dan mesin parkir dengan desinfektan (cairan pembersih) secara berkala minimal 3 kali sehari.
Menyediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan sabun atau menyediakan hand sanitizer di setiap pintu masuk dan tempat lain yang mudah diakses. Juga menyediakan Pos Pelayanan Kesehatan di pasar.
Tidak menjual-belikan hewan hidup dan makanan siap saji yang setengah matang (tidak matang sempurna). Dimana pedagang juga harus menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan, celemek dan khusus untuk penjual makanan siap saji menggunakan penutup kepala).
Yang tak kalah penting, memasang pesan-pesan kesehatan (cara cuci tangan yang benar, cara mencegah penularan COVID-19 dan etika batuk/bersin) di tempat-tempat strategis seperti di pintu masuk pasar, area pedagang atau tempat lain yang mudah diakses. Pengelola pasar atau pedagang kaki lima harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat secara berkala. (bangun banua)
Tanjung Redeb –
Gencarnya penyemprotan disinfektan dan pembuatan bilik disinfeksi oleh masyarakat Berau, tidak bisa serta merta digunakan begitu saja. Pasalnya, untuk disinfeksi sendiri efektif jika disemprotkan ke benda mati, bukan pada manusia secara langsung. Bahkan, sesuai dengan rilis Dinkes Berau, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan bilik disinfeksi.
Disinfeksi dilakukan di lingkungan atau area sarana dan prasaran, benda mati yangs ering disentuh atau dipegang, bukan pada orang atau manusia. Tidak disarankan penggunaan disinfektan pada manusia atau orang baik melalui bilik disinfeksi, semprotan dan alat lainnya karena dapat menimbulkan dampak yang sangat membahayakan kesehatan seperti alergi, iritasi kulit, selaput lendir dan terhirup serta dampak kumulatif lainnya.
Panduan tentang bilik disinfeksi untuk pencegahan Covid-19 sampai saat ini belum ada dari Kementerian Kesehatan RI sehingga tidak direkomendasikan. Dan penggunaan disinfektan secara berlebihan serta tidak sesuai aturan dapat membahayakan kesehatan sehingga harus mengikuti aturan penggunaan atau pemakaian yang tercantum pada label atau brosur. (bangun banua)
Dua ribu alat pelindung diri (APD) berupa APD cover all dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pusat telah terbagi habis.
"APD yang kita terima dari pusat sudah didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan dinas kesehatan kabupaten dan kota," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak saat konferensi pers di Media Center Penanganan Covid 19 Kaltim, Kamis (26/3/2026).
Terhitung ada 13 rumah sakit dan empat dinas kesehatan yang menerima APD terdiri Dinas Kesehatan Kaltim 100 pcs, Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu 50 pcs dan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan 50 pcs.
Selanjutnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahrabie Samarinda 300 pcs, RSUD Inche Abdoel Moeis dan RS Tingkat IV Samarinda masing-masing 50 pcs. Berikutnya, RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan 400 pcs, RSUD Beriman Balikpapan 50 pcs dan RS Tingkat II Dr R Hardjanto Balikpapan 100 pcs.
RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Kutai Kartanegara 150 pcs, RSUD Taman Husada Bontang 150 pcs, RSUD Panglima Sebaya Paser 150 pcs, RSUD Kudungga Kutai Timur 150 pcs, RSUD Dr Abdul Rivai Berau 200 pcs, RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara 50 pcs dan RSUD Harapan Insani Sendawar Kutai Barat 50 pcs.
Menurut Andi, pendistribusian disesuaikan dengan kondisi kedaruratan dan jumlah pasien yang ditangani masing-masing rumah sakit.
"Sedangkan APD yang diangkut oleh TNI AU itu didistribusikan ke dinas kesehatan baik provinsi màupun kabupaten dan kota sebagai back up, kalau sewaktu-waktu diperlukan rumah sakit di wilayahnya," ungkap Andi.
Andi sangat berharap dukungan dan bantuan pusat berupa APD dan beberapa item APD lainnya mampu meningkatkan semangat kerja para dokter dan tenaga medis dalam penanganan pasien Covid 19. (yans/her/humasprov kaltim/bangun banua)